PEMBANTAIAN RAWAGEDE

Peristiwa pembantaian penduduk desa Rawagede oleh tentara kolonial Belanda sampai saat ini masih menyisakan duka bagi para keluarga korban. Pemerintah Belanda sampai saat ini masih belum mau memberikan kompensasi bagi 431 korban pembantaian di Rawagede, 9 Desember 1949.

Dalam tragedi kemanusiaan 62 tahun lalu itu, laki-laki warga Desa Rawagede dibantai tentara kolonial Belanda dalam masa Agresi Militer Belanda II atau pemerintah kolonial menyebutnya aksi polisional memberantas perusuh-perusuh dan pelaku kriminalitas.

Hari itu tentara Belanda membantai 431 penduduk Rawagede. Tanpa ada pengadilan, tuntutan ataupun pembelaan. Seperti di Sulawesi Selatan, tentara Belanda di Rawagede juga melakukan eksekusi di tempat (standrechtelijke excecuties), sebuah tindakan yang jelas merupakan kejahatan perang. Diperkirakan korban pembantaian lebih dari 431 jiwa, karena banyak yang hanyut dibawa sungai yang banjir karena hujan deras.

Pembantaian di Sulawesi Selatan dan di Rawagede serta berbagai pelanggaran HAM berat lain, hanya sebagian kecil bukti kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara Belanda, dalam upaya Belanda untuk menjajah kembali bangsa Indonesia, setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Kejahatan kemanusiaan ini pun dilanjutkan oleh rezim Orde Baru dibawah pimpinan Suharto dengan membantai Rakyat yang tidak bersalah. Misalkan saja, Peristiwa 1965, Tanjung Priuk, Kedungombo, dsb. Lebih parahnya lagi tak ada satu pun kejahatan tersebut bisa terungkap dan dibawa ke meja pengadilan. Ternyata benar bahwa Negara (birokrasi, aparat, pengadilan) adalah “alat pentung” bagi siapa pun yang melawan penguasa.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s